Rinai hujan
Aku coba menari,
bernyanyi,
dan mengelabui hari
Kabut mengepung
Aku coba tersenyum,
tetawa,
dan menipu kusutnya hati
Usai hujan
Aku sandarkan jiwa pada pelangi
Berharap bisa jua relung perihku
berwarna tanpa pamrih seperti dia
Iya,
sesakit apa pun petir melukai,
pelangi tak pernah pergi
Mendung memeluk
Aku rapihkan lagi
Aku balutkan lagi perban itu,
pada sayap yang patah ketika kau putuskan
berhenti menemani sepiku
Gerimis datang lagi
Aku coba berjalan sendiri
Menapaki membelah hujan
Dulu kamu yang bawakan payung ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar