Selasa, 02 Oktober 2012

Guram Bertajuk Ceria

Bagai selumbar yang mulai menggores keantengan lamunan
Merambah mengusik untuk sedikit mengganggu damainya ilusi
Mulai menyadarkan bahwa hidup dalam dunia fana tak selalu berbuah tawa
Tapi, tak semestinya lalu terbenam dalam derasnya getir yang mengepung
Karena selalu ada bianglala dibalik seringai cemeti dewa ...

Ilustrasi Dermaga Hati

Afeksi yang aku punya kelut-melut
Ingin berteduh tapi tak jua mendapat sejuk
Berupaya menguapkan lejar tapi perih yang aku pegang

Girang akan hibat yang aku hendak capai,
ternyata sampai saat ini hanya delusi,
hanya rasian yang tak sampai ...

Senin, 01 Oktober 2012

Terjang Kiprah Kiranamu

Kontrak jiwamu berimbuh lagi
Lagu usiamu bersiul sendu
Ada sembilu yang menggurat dalam sekepal gelak
Ya ... tepat hari ini kamu mencari jalan membunuh kelam dalam usangnya alasan mereka
Ada gelebah yang tak bisa diceritakan akan hadirnya mereka disisi
Tapi ... ada yang tak pernah beranjak dari kidung tiranimu
Iya... do'aku juga berkah mereka
Selamat atas pengaugerahan terakbar Tuhan hari ini
Terbaiklah dalam dedikasi agama,
sumbangsih susila,
juga baiklah selalu ukhti khalifah yang adiwarna di sepan siapapun dimana pun
Happy milad mubarok Riska Sri Hartati

(Puisi ini untuk sahabatku yang tengah menjalani hari barunya ^^) 

Minggu, 30 September 2012

Syeya


"Syeya"

Syekh ...
Kalam ku berbaris menjagamu dalam juntaian bisik qolbu
Sujud ku bertafakur menautkan namamu dalam khusu
Dalam sepertiga malam aku menemukanmu dalam salamku
Aku terhalang tirani untuk menyentuhmu, tauhid menampar keras ktika aku mencoba menjamahmu
Iya... aku belum halal untuk ada di sisimu, tapi semoga aku tak pernah rapuh dalam memperjuangkanmu"
Syahdu tak akan bergeming menemani Syekh mengejar pelangi sang pelukis lazuardia

Minggu, 04 Maret 2012

Serpihan Itu


Kadang ..
ketika asa ku pupus, aku merasa harus berlari menembus waktu yang semakin membunuhku ..
ketika aku merasa jiwa ku benar2 pedih, aku berharap , aku bisa terbang untuk menghilangkan semua luka ku ..
sudah tak terhitung .
berapa kali aku terjatuh …
berapa kali mata ini menahan perih ..
andai mereka tau ..ujian yang terus datang ta berujung merobek semua tawa hidup ku ..dan setegar aku mencoba untuk berlabuh ..ternyata sekuat hati apapun pasti bisa lumpuh .
                                      *********
Disti utami resdiaputri …
Satu nama yang masih tertinggal diantara kenangan yang masih tersisa dari puing2 kebahagian ku yang dulu. Satu nama yang setidaknya masih bisa membuat ku tertawa getir. Satu nama yang masih bisa mengingatkan aku akan seseorang yang telah lama ta bisa aku lihat lagi raganya. Ya … Resdiaputri ..itu diambil dari sepenggal nama Ayah.. Resdiardi, indah ..tapi kini ..nama ku itu banyak mengurai tangis di terjalnya jalan hidupku …
*
Tak banyak yang tau ..ketika aku masih belum mengerti arti kehidupan, ketika yang aku tau hanya merengek meminta jajan pada orang tua, yang seharusnya pada masa2 itu aku mengukir cerita indah bersama keluarga ku untuk aku ceritakan dengan bangga pada anak2 ku kelak, tetapi Tuhan berkehendak lain, gadis berusia 6 tahun, dengan wajah polos, dengan wajah ta mengerti, dipaksa untuk mengerti akan kerasnya hidup ketika melihat ibu menangis, ketika melihat ayah yang sibuk menciumi adik ku, dan ketika ayah memeluk ku dengan erat sembari mengatakan “jaga ibumu”, dan ayah pergi berlalu, sementara aku hanya mampu terdiam di ambang pintu.
Kini aku mengerti itulah pelukan terakhir ayah ku, dan hingga kini aku berusia 19 tahun aku ta pernah melihat sosok ayah lagi, sakit …tangis ku ta pernah mau berhenti.
*
Kehidupan ku berubah…
Ternyata untuk mengarungi hidup tanpa ayah ..ta semudah yang aku bayangkan, hati ku kerap merasakan sakit yang teramat sangat ketika kawan2 ku bertanya “mana ayahmu”, aku hanya bisa terdiam dan berlari memeluk ibu sembari terisak “aku harus jawab apa bu”…
Tak berhenti disitu, aku yang beranjak dewasa, harus dipaksa lagi menyaksikan ibu yang semakin hari tubuhnya semakin kurus, matanya kian sayu, pipi wajahnya kian cekung tergerus lelah pekerjaannya. Karena memang gajih seorang guru ta pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan yang kian menggunung, ibu sering kali pulang larut malam mencari tambahan diluar sana. Aku hanya bisa menagis memandangi wajah ibu ketika dia terlelap tidur. Andai aku bisa menggantikan posisi ibu.. ya Tuhan ..biarkan aku saja yang menanggung semuanya ..jangan ibu ku …
*
Hidup ku takkan usai dan terus berjalan …
Awan pun tak selamanya mendung, mentari kerap datang member secercah tawa..
Melihat ibu yang begitu semangat yang tak pernah merasa kalah dengan keadaan dan keinginan kuatnya untuk melihat aku terus berada di dunia pendidikan. Akhirnya, itu menjadi kekuatan ku juga untuk mampu berdiri ! .kamu bisa Disti !. ibu mu pun bisa, kamu pasti lebih bisa !.
Sejak saat itu, aku putuskan untuk membuang semua kisah kelam ku..
Ini jalan hidup Tuhan untuk ku..
Ini salah satu bentuk kasih sayang dan perhatian Tuhan atas ujian yang Dia berikan, semata-mata untuk menjadikan aku pribadi yang lebih kuat dan tegar. Menjadikan aku sebagai seorang wanita yang tak mudah untuk menagis ketika cobaan datang tanpa henti.
Kenapa harus malu hidup dalam keluarga yang tak lagi utuh meskipun  kadang batin habis juga tergusur. Karena dalam kenyataan pun aku melihat bunda yang begitu tegar, tak pernah menyerah dengan kehidupan yang tak lagi memihak. Aku juga harus bias bertindak !!.
Sayap yang tengah terkoyak aku obati …..sedikit demi sedikit ..hingga akhirnya kini aku mampu untuk terbang lagi …
*
Satu demi satu kepingan yang pecah aku susun lagi, aku satukan lagi.
Aku kembalikan lagi semua cahaya yang pernah redup dulu.
Akan aku buktikan..Ibu mampu aku bahagiakan meski ayah tak lagi ada ..
Aku urai lagi benang tawa di raut wajah ibu …
^^_
*
….kadang Tuhan membiarkan orang menyakitimu …hanya agar mereka tau bahwa tak ada yang mampu menjatuhkan mu ..dan kesabaran mengajarkan kita untuk memaknai setiap dilemma …
                                                          Disti ..






AYAH YANG MUSNAH



Aku mulai merasa habis suara berteriak padaMu, uatarakanku merasa tak sanggup terima cobaan yang terus menerpa yang tak musnah tergerus waktu,  semua tertanam kuat di dasar palung rasaku ketika Kau renggut genggaman jemari Ayah yang selalu hangat menggenggam jemariku
.
                                                            **********

Ayah, sosok manusia yang selalu bersemangat dan tak pernah menyerah, yang terkalahkan oleh satu keadaan, Ayah jatuh sakit. Semua upaya telah dilakukan untuk membuatnya tak kehilangan napasnya, pada Sang Pelebur Kasih aku selalu meminta Ayah tetap bernyawa. Tetapi, Tuhan berkehendak lain, Tuhan tak memperkenankan ayah untuk lebih lama melihat indahnya dunia, tubuh ringkih Ayah menolak untuk terus digerogoti penyakitnya. Ayah menutup mata untuk slamanya di ruang rawat inap Melati, Rumah Sakit Asyiffa Sukabumi. Ya, serangan jantung menjembatani kekalahannya, yang membuat bentakkanku tak berhenti pada Sang Esa meminta Ayah tetap ada.


                                                            **********.                                                                                
Ketika jalanku di atas awan kehidupan mulai mendung
Selalu kutemukan pelangi di bawah sayu matamu sang pelindung
Kutapaki jejak cinta yang kau selalu kau kandung
Meyakinkan segala aral yang membubung
Bahwa memang kaulah yang terindah dalam kidung
Meski kini engkau telah pergi di luar lajur ikhlasku,
cintaku padamu tetap tak terbendung

                                                            *************
“Ayah, percayalah, aku mampu bahagiakan wanita yang kau persunting dulu meski tanpa ayah, jangan gelisah di sana Ayah.”




Minggu, 26 Februari 2012

Menjadi Kupu-kupu Itu Sulit


Butuh do’a yang tak terbatas
Butuh jutaan asa yang berusaha untuk tak pernah padam
Dan butuh ribuan gerak yang tak pernah terhenti walaupun terus tersandung
Tak ada sukses yang diraih tanpa jatuhnya air mata dan sakitnya hati 
Keburukan yang terjadi harus menjadikan kamu yang lebih baik di kemudian hari

****

“Kebahagiaan adalah hak. Dan seperti semua hak, kitalah yang diharapkan untuk menjemputnya”
Untuk mahasiswa.
Jika kamu gagal saat ini, IP mu dan nilai mu tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan.
Kamu dipandang sebagai orang yang tak tau apa-apa dan bukan siapa-siapa. 
Kamu dianggap orang yang tak bisa menyumbangkan pikiranmu ketika ada mata kuliah kelompok. 
Kamu acap kali dicibir beberapa dosen karena minimnya pengetahuan yang kamu miliki. 
Lihatlah kedepan, jika masih ada waktu untuk merubahnya, kenapa kamu masih berdiam diri ?
Kenapa kamu harus membiarkan mereka menginjakmu dalam keterbatasan mu ?
Sering kamu ucapkan tidak ada kata terlambat untuk berusaha, mengapa tak kamu buktikan dalam hidupmu ?
Bangkit ! 
Kamu bisa merubah awan hitam menjadi pelangi jika kamu mau !
Kamu sebenarnya berpotensi besar untuk menjadi seseorang yang dibutuhkan banyak orang. 
Bagaimana kamu berusaha, itulah jawabannya. 
Ketika kamu terpuruk dan kamu terus meratapi, menyalahkan diri sendiri, menangis tak henti, sugestimu :
“aku adalah orang yang tak bisa apa-apa, aku malu berada di hadapan kawan-kawanku.”
Maka hidup mu akan seperti itu.
Coba alihkan alam pikirmu :
“menangis, meratapi yang sudah terjadi, mengingat ledakan tawa lecehan mereka itu dan aku tetap berdiam diri, itu hanya akan lebih menambah luka hatimu." 
Benahi diri, susun lagi silabus hidupmu yang berantakan selagi Tuhan masih memberikan waktu, tata pola belajar mu, ajak mereka yang lebih mampu untuk mengajarimu, atur semua dari nol, toh angka pun tidak dimulai dari 100 tapi dari 0, lihat usaha balita yang ingin bisa berjalan, tertatih-tatih, terjatuh, terluka, dipapah ibunya hingga akhirnya dia bisa berjalan diatas kakinya sendiri. Seperti itulah jalan suksesmu. 
Yakinkan, kamu bisa menjadi seseorang yang layak untuk mendapat penghargaan dari sesamamu. 
Jangan pernah takut untuk mencoba. Jangan pernah khawatir untuk melangkah.
“Tuhan tak pernah tertidur untuk membantu setiap jejak ushamu, ingat Tuhan ada disampingmu”.
***
Untuk kalian.
Kesuksesan itu tergantung kepribadianmu juga, karena untuk sukses itu kamu tak bisa sendiri.
Orang lain menyukai menyukai pribadi yang kebaikannya terasa dengan jelas. 
Dan jadilah orang yang jujur karena tidak ada seorang pun yang lebih dibenci selain orang yang tidak jujur.
Jangan pernah khawatir untuk melangkah, berhati-hatilah dengan kekhawatiran, karena cara kamu mengkhawatirkan sesuatu, bisa lebih melukai kamu.
Dan janganlah kamu berpikir buruk, kamu takut salah, kamu takut gagal, dan bla bla. Karena, keburukan di pikiran dan di hati itu menyita banyak waktu, dan menjadikan hari-hari kamu pendek dan malam-malam kamu panjang tanpa tidur. Sebaliknya, berpikir positiflah.
Lalu bagaimana menyikapi mereka yang berlaku buruk pada mu ?
Wajar jika kamu merasa sedih, tetapi tetaplah berlaku baik, dengan itu bukan hanya manusia yang merasa kasihan tetapi juga Tuhan. 
Tuhan tak akan membiarkan mereka yang tetap berserah diri pada-Nya untuk dihina sesamanya.
Terakhir, banyaklah berdo’a.
Renungkan..
Seseorang yang bekerja keras untuk menjadi pribadi yang sukses, tetapi kurang fasih dalam meminta kepada Tuhan.
Tak ada yang bisa terjadi tanpa kehendaknya. Dan bersabarlah, sabar itu tanda bahwa kamu percaya pada Tuhan.
Jika kita melebihkan kasih sayang pada Tuhan, Tuhan akan melebihkan kasih sayang-Nya padamu.
Maka.. cobalah untuk menjadi penurut ….
Awan hitam bisa menjadi pelangi dan ulat pun bisa menjadi kupu-kupu.

                                                                                                Januari 20xx
                                                                                    Kenangan menulis bersama Mario Teguh