Minggu, 04 Maret 2012

Serpihan Itu


Kadang ..
ketika asa ku pupus, aku merasa harus berlari menembus waktu yang semakin membunuhku ..
ketika aku merasa jiwa ku benar2 pedih, aku berharap , aku bisa terbang untuk menghilangkan semua luka ku ..
sudah tak terhitung .
berapa kali aku terjatuh …
berapa kali mata ini menahan perih ..
andai mereka tau ..ujian yang terus datang ta berujung merobek semua tawa hidup ku ..dan setegar aku mencoba untuk berlabuh ..ternyata sekuat hati apapun pasti bisa lumpuh .
                                      *********
Disti utami resdiaputri …
Satu nama yang masih tertinggal diantara kenangan yang masih tersisa dari puing2 kebahagian ku yang dulu. Satu nama yang setidaknya masih bisa membuat ku tertawa getir. Satu nama yang masih bisa mengingatkan aku akan seseorang yang telah lama ta bisa aku lihat lagi raganya. Ya … Resdiaputri ..itu diambil dari sepenggal nama Ayah.. Resdiardi, indah ..tapi kini ..nama ku itu banyak mengurai tangis di terjalnya jalan hidupku …
*
Tak banyak yang tau ..ketika aku masih belum mengerti arti kehidupan, ketika yang aku tau hanya merengek meminta jajan pada orang tua, yang seharusnya pada masa2 itu aku mengukir cerita indah bersama keluarga ku untuk aku ceritakan dengan bangga pada anak2 ku kelak, tetapi Tuhan berkehendak lain, gadis berusia 6 tahun, dengan wajah polos, dengan wajah ta mengerti, dipaksa untuk mengerti akan kerasnya hidup ketika melihat ibu menangis, ketika melihat ayah yang sibuk menciumi adik ku, dan ketika ayah memeluk ku dengan erat sembari mengatakan “jaga ibumu”, dan ayah pergi berlalu, sementara aku hanya mampu terdiam di ambang pintu.
Kini aku mengerti itulah pelukan terakhir ayah ku, dan hingga kini aku berusia 19 tahun aku ta pernah melihat sosok ayah lagi, sakit …tangis ku ta pernah mau berhenti.
*
Kehidupan ku berubah…
Ternyata untuk mengarungi hidup tanpa ayah ..ta semudah yang aku bayangkan, hati ku kerap merasakan sakit yang teramat sangat ketika kawan2 ku bertanya “mana ayahmu”, aku hanya bisa terdiam dan berlari memeluk ibu sembari terisak “aku harus jawab apa bu”…
Tak berhenti disitu, aku yang beranjak dewasa, harus dipaksa lagi menyaksikan ibu yang semakin hari tubuhnya semakin kurus, matanya kian sayu, pipi wajahnya kian cekung tergerus lelah pekerjaannya. Karena memang gajih seorang guru ta pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan yang kian menggunung, ibu sering kali pulang larut malam mencari tambahan diluar sana. Aku hanya bisa menagis memandangi wajah ibu ketika dia terlelap tidur. Andai aku bisa menggantikan posisi ibu.. ya Tuhan ..biarkan aku saja yang menanggung semuanya ..jangan ibu ku …
*
Hidup ku takkan usai dan terus berjalan …
Awan pun tak selamanya mendung, mentari kerap datang member secercah tawa..
Melihat ibu yang begitu semangat yang tak pernah merasa kalah dengan keadaan dan keinginan kuatnya untuk melihat aku terus berada di dunia pendidikan. Akhirnya, itu menjadi kekuatan ku juga untuk mampu berdiri ! .kamu bisa Disti !. ibu mu pun bisa, kamu pasti lebih bisa !.
Sejak saat itu, aku putuskan untuk membuang semua kisah kelam ku..
Ini jalan hidup Tuhan untuk ku..
Ini salah satu bentuk kasih sayang dan perhatian Tuhan atas ujian yang Dia berikan, semata-mata untuk menjadikan aku pribadi yang lebih kuat dan tegar. Menjadikan aku sebagai seorang wanita yang tak mudah untuk menagis ketika cobaan datang tanpa henti.
Kenapa harus malu hidup dalam keluarga yang tak lagi utuh meskipun  kadang batin habis juga tergusur. Karena dalam kenyataan pun aku melihat bunda yang begitu tegar, tak pernah menyerah dengan kehidupan yang tak lagi memihak. Aku juga harus bias bertindak !!.
Sayap yang tengah terkoyak aku obati …..sedikit demi sedikit ..hingga akhirnya kini aku mampu untuk terbang lagi …
*
Satu demi satu kepingan yang pecah aku susun lagi, aku satukan lagi.
Aku kembalikan lagi semua cahaya yang pernah redup dulu.
Akan aku buktikan..Ibu mampu aku bahagiakan meski ayah tak lagi ada ..
Aku urai lagi benang tawa di raut wajah ibu …
^^_
*
….kadang Tuhan membiarkan orang menyakitimu …hanya agar mereka tau bahwa tak ada yang mampu menjatuhkan mu ..dan kesabaran mengajarkan kita untuk memaknai setiap dilemma …
                                                          Disti ..






Tidak ada komentar:

Posting Komentar