Aku mulai merasa habis suara berteriak padaMu, uatarakanku merasa tak
sanggup terima cobaan yang terus menerpa yang tak musnah tergerus waktu,
semua tertanam kuat di dasar palung rasaku ketika Kau renggut genggaman jemari Ayah yang selalu
hangat menggenggam jemariku
.
**********
Ayah,
sosok manusia yang selalu bersemangat dan tak pernah menyerah, yang terkalahkan
oleh satu keadaan, Ayah jatuh sakit. Semua upaya telah dilakukan untuk
membuatnya tak kehilangan napasnya, pada Sang Pelebur Kasih aku selalu meminta
Ayah tetap bernyawa. Tetapi, Tuhan berkehendak lain, Tuhan tak memperkenankan
ayah untuk lebih lama melihat indahnya dunia, tubuh ringkih Ayah menolak untuk
terus digerogoti penyakitnya. Ayah menutup mata untuk slamanya di ruang rawat
inap Melati, Rumah Sakit Asyiffa Sukabumi. Ya, serangan jantung menjembatani
kekalahannya, yang membuat bentakkanku tak berhenti pada Sang Esa meminta Ayah
tetap ada.
**********.
Ketika jalanku di atas awan kehidupan mulai mendung
Selalu kutemukan pelangi di bawah sayu matamu sang
pelindung
Kutapaki jejak cinta yang kau selalu kau kandung
Meyakinkan segala aral yang membubung
Bahwa memang kaulah yang terindah dalam kidung
Meski kini engkau telah pergi
di luar lajur ikhlasku,
cintaku padamu tetap tak terbendung
*************
“Ayah, percayalah, aku mampu bahagiakan
wanita yang kau persunting dulu meski tanpa ayah, jangan gelisah di sana Ayah.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar